International Financial Reporting Standar

IFRS (International Financial Reporting Standar) atau Standar Pelaporan Keuangan Internasional adalah kumpulan dari standar akuntansi yang dikembangkan oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan public di susun juga oleh Komisi Masyarakat Eropa (EC) , Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC) dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).

IFRS di anggap sebagai kumpulan standar “dasar prinsip” yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.

Standar Pelaporan Keuangan Internasional mencakup :

  1. Peraturan-peraturan standar Laporan Keuangan Internasional
  2. Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional
  3. Interprestasi yang berasal dari Komite Interprestasi Laporan Keuangan Internasional
  4. Standing Interpretations Committee
  5. Kerangka kerja untuk persiapan dan Prestasi Laporan Keuangan

Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan intern perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :

  • Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan
  • Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
  • Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna

Ruang lingkup standar :

Standar ini berlaku apabila perusahaan menerapkan IFRS untuk pertama kalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang keseuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang pertama kalinya berdasarkan IFRS(termasuk laporan intern untuk periode pelaporan tertentu) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.

Konsep Pokok

  1. Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporan keuangan pertama secara eksplisit menyatakan bahwa laporan tersebut sesuai dengan IFRS
  2. Tanggal transisi (transision date) adalah tanggal neraca awal untuk laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya.

Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut :

  1. Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi
  2. Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai terpilih
  3. Employee benefits
  4. Perbedaan komulatif antara translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill) dan penyesuaian nilai wajar
  5. Instrumen keuangan termasuk akuntansi lindung nilai (hedging)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s