Inefisiensi dalam penggunaan listrik

Inefisiensi

Akhir-akhir ini kita sering mendengar kata “Inefisensi” baik di media cetak maupun elektronik, sebenarnya apa sih inefisiensi itu ? Inefisiensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemborosan, pemubaziran.

Untuk lebih jelasnya apa itu Inefisensi saya akan mencontohkan kasus Bapak Dahlan Iskan tentang Inefisensi pada pengoperasian delapan pembangkit listrik berbasis dual firing PLN sebesar Rp. 37triliun. Inefisensi disini, kalau tidak salah merujuk pada pengertian secara ekonomi kata itu berbanding terbalik dengan efisiensi, efisiensi itu sendiri dapat diartikan sebagai pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa. Jadi tidak efisien atau inefisiensi dalam konteks ini diartikan PLN tidak mampu memaksimalkan pemanfaatan seluruh sumber daya yang lebih murah (gas) pada produksi setrumnya. Jadi inefisiensi dalam hal ini adalah sebuah peristiwa yang sifatnya keterpaksaan.

Bisa juga dalam kasus lainnya, inefisensi justru pemborosan, disisi lain Bapak Dahlan Iskan sedang mengusahakan supaya listrik bisa tetap ada dengan melakukan inefisensi menggunakan solar yang harganya jauh lebih mahal sehingga ketidakhematan terjadi di PLN, sebaliknya kita sebagai konsumen malah menginefisiensi kan listrik dengan menghambur-hamburkan listrik sementara di sebagian daerah belum menikmati adanya listrik.

 

Referensi :

http://wartaekonomi.co.id/berita6275/inefisiensi-rp37-triliun-dpr-harus-audit-investigatif-pln.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s