Konsolidasi Pemilikan Tidak Langsung dan Saling Memiliki Saham

BAB 9

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan merupakan suatu lembaga yang terdiri dari kumpulan orang-orang yang mempunyai suatu tujuan di dalam organisasi. Dalam mencapai tujuannya, perusahaan membutuhkan manajemen yang baik agar seluruh kegiatannya dapat berjalan dengan optimal.

Ada beberapa bentuk perusahaan seperti perusahaan perseorangan, commanditer, perseroan dan lain sebagainya. Modal suatu perusahaan berasal dari modal sendiri dan modal asing, artinya dalam membentuk suatu perusahaan modal tersebut tidak hanya bersumber dari pemiliknya saja akan tetapi juga dari pihak-pihak lain yang berkepentingan di dalamnya.

Apabila perusahaan tersebut berbentuk PT dan sudah bersifat Tbk, maka ketika perusahaan tersebut memerlukan modal yang besar dalam mengembangkan usahanya, perusahaan tersebut dapat menerbitkan saham. Saham adalah surat tanda ikut serta penanaman modal dalam suatu perusahaan.

Untuk dapat berkembang dan dapat dikenal oleh masyarakat luas, maka perusahaan dapat mendirikan cabang perusahaan tersebut  di daerah lain. Dalam hal tersebut dikenal dengan istilah perusahaan induk dan perusahaan anak. Kemudian selain itu, dikenal dengan adanya penggabungan badan usaha, maksudnya selain mengembangkan usaha juga untuk menghindari adanya persaingan yang dapat merugikan perusahaan. Dalam hal ini, ada berbagai macam jenis penggabungan seperti merger, konsolidasi serta afiliasi.

Di dalam struktur perusahaan afiliasi hanya ada satu tingkatan hubungan di antara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan, yaitu perusahaan induk dengan perusahaan anaknya. Akan tetapi ada kemungkinan di dalam suatu kelompok perusahaan yang bersfiliasi mempunyai hubungan bertingkat. Hal ini terjadi apabila suatu perusahaan anak memiliki hak control terhadap perusahaan yang lain.

 

1.2 Perumusan Masalah

Dalam makala ini,kelompok kami akan membahas masalah sebagai berikut :

  1. Apakah yang dimaksud dengan pemilikan tidak langsung dan saling memiliki saham ?
  2. Bagaimanakah menyusun neraca konsolidasi pemilikan saham-saham perusahaan anak yang terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan induk atas perusahaan sub induk ?
  3. Bagaimanakah jurnal eliminasi pada perusahaan anak yang terjadi sebelum adanya hak kontrol oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk ?
  4. Bagaimanakah jurnal eliminasi pada perusahaan anak yang terjadi sebelum adanya hak control  oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk ?
  5. Bagaimana jurnal eliminasi pada perusahaan anak jika hak control diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi diantara perusahaan-perusahaan anak ?
  6. Bagaimanakah cara membuat eliminasi kepemilikan saham pada perusahaan anak atas perusahaan induk jika pemilikan saham pada perusahaan anak terjadi pada saat perusahaan anak didirikan ?
  7. Bagaimana cara membuat eliminasi kepemilikan saham pada perusahaan anak atas perusahaan induk jika pemilikan saham pada perusahaan anak terjadi setelah perusahaan anak berjalan ?

 

1.3 Tujuan

Makalah ini dibuat dengan tujuan agar para pembaca dapat memahami apa itu pengertian pemilikan tidak langsung dan saling memiliki saham. Pembaca juga dapat membuat jurnal eliminasi untuk menyusun neraca konsolidasi pemilikan saham-saham perusahaan anak yang terjadi setelah adanya hak control perusahaan induk atas perusahaan sub induk, pemilikan saham – saham perusahaan anak yang terjadi sebelum adanya hak control oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk, menyusun neraca konsolidasi pemilikan saham – saham perusahaan anak jika hak control di peroleh dengan adanya hubungan afiliasi diantara perusahaan – perusahaan anak, dapat membuat eliminasi kepemilikan saham jika pemilikan saham pada perusahaan anak terjadi pada saat perusahaan anak didirikan, serta dapat membuat eliminasi kepemilikan saham jika pemilikan saham pada perusahaan anak terjadi setelah perusahaan anak berjalan.

 

PEMBAHASAN

       I.            Pengertian Pemilikan tidak langsung dan saling memiliki saham

Pemilkan tidak langsung adalah pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan  induk atas perusahaan sub induk

Struktur perusahaan afiliasi, dengan adanya hak kontrol yang diperoleh melalui pemilikan tidak langsung akan terdiri dari perusahaan induk,sub induk,dan anak. Apabila hal ini terjadi, maka untuk keperluan penyusunan neraca konsolidasi harus dimulai dengan menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi pada rekening-rekening hak-hak para pemegang saham  perusahaan anak , serta pegaruhnya terhadap perusahaan sub induk dan perusahaan induk.

Ada kemungkinan di dalam suatu kelompok perusahaan yang berafiliasi mempunyai hubungan (afiliasi) bertingkat. Hal ini terjadi apabila suatu perusahaan anak memiliki hak kontrol (melalui pemilikan saham) terhadap perusahaan lain.

Sebagai contoh PT.OPA memiliki 80% saham-saham PT.PAPA , dan PT.PAPA memiliki 90% dari saham-saham PT.ANA. Dengan demikian ketiga perusahaan tersebut merupakan anggota-anggota perusahaan afiliasi. Pemilikan 80% saham-saham PT.PAPA mengakibatkan secara tidak langsung PT.OPA memiliki pula hak kontrol terhadap PT.ANA . Hubungan antara PT.OPA  dengan PT.ANA  disebut sebagai pemilikan (saham) secara tidak langsung. Dalam hal ini struktur (perusahaan) afiliasi meliputi dua tingkatan, yang  terdiri dari Perusahaan Induk (PT.OPA), sub induk (PT.PAPA) dan anak (PT. ANA). Secara umum hubungan afiliasi yang dibentuk dari adanya pemilikan tidak langsung itu dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, yang dibentuk dari adanya pemilikan (saham) tidak langsung.

 

Keterangan :

1). Perusahaan afiliasi, dengan satu sub induk dan satu (perusahaan) anak. Hak kontrol PT.OPA, terhadap PT.ANA diperoleh dari pemilikan saham tidak secara langsung.

2). Perusahaan afiliasi dengan beberapa sub induk dan satu (perusahaan) anak. Hak kontrol PT.OPA  terhadap PT.ANA dan PT.ANI diperoleh dari pemilikan saham tidak secara langsung.

 

Hak kontrol yang didapat oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lain dengan pemilikan tidak langsung ini, mungkin terjadi sebagai akibat adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan (anak). Sebagai contoh dapat digambarkan sebagai berikut :

 

 

Keterangan :

3). Hak kontrol PT.OPA terhadap PT.MAMA diperoleh dari sebagian tidak secara langsung, yaitu melalui pemilikannya terhadap PT.PAPA.

 

Hubungan afiliasi ini akan semakin kompleks apabila terjadi saling memiliki saham-saham antar perusahaan induk dan perusahaan anak (mutual atau reciprocal holding), yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, dengan disertai adanya saling memiliki saham.

Pada bab ini akan dibahas mengenai hak kontrol  yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung dan mutual holding secara berturut-turut sebagai berikut:

1). Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung:

a. Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.

b. Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.

c. Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan (anak).

2). Mutual atau reciprocal  holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan  berjalan.

 

 II.               Pemilikan tidak langsung

  • Ø Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak control perusahaan induk atas perusahaan sub anak

Struktur perusahaan afiliasi, dengan adanya hak kontrol yang diperoleh melalui pemilikan tidak langsung akan terdiri dari perusahaan induk,sub induk,dan anak. Apabila hal ini terjadi, maka untuk keperluan penyusunan neraca konsolidasi harus dimulai dengan menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi pada rekening-rekening hak-hak para pemegang saham  perusahaan anak , serta pegaruhnya terhadap perusahaan sub induk dan perusahaan induk.

Contoh 1:

PT. OPA membeli 400 lembar saham-saham PT.PAPA  dengan harga @ Rp 75.000,00 per lembar pada tanggal 1 Januari 2010. Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 1 Januari 2011 PT.PAPA membeli 450 lembar saham-saham PT.ANA dengan harga @ Rp70.000,00.

Baik  PT.OPA, PT.PAPA  maupun PT.ANA masing-masing  mempunyai (modal) saham yang beredar sebanyak 500 lembar,nominal @ Rp 50.000,00/lembar. Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember  2009, laba (rugi) usaha serta deviden yang dibagikan dalam dua tahun berturut-berturut untuk masing-masing perusahaan.

 

 

Keterangan

PT.OPA

(Rp)

PT.APA

(Rp)

PT.ANA

(RP)

Laba Yang Ditahan 31 Desember  2009

Laba (rugi) usaha,tahun 2010

Pembagian deviden, Desember 2011

Laba  (rugi) usaha,tahun 2011

60.000.000,00

 

7.500.000,00

 

2.500.000,00

 

(5.000.000,00)

15.000.000,00

 

(3.750.000,00)

 

2.500.000,00

 

7.500.000,00

2.500.000,00

 

2.500.000,00

 

1.250.000,00

 

3.750.000,00

 

 

Hak-hak para pemegang saham PT PAPA per 31 Desember 2011; terdiri :

–          Modal Saham (500 lembar nominal @ Rp 50.000,00                           Rp 25.000.000,00

–          Laba Yang Ditahan                                                                               Rp 17.375.000,00

Rp 43.375.000,00

Ditambah :

–          Bagian atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, PT ANA

(90% x (7.500.000,00 – 5.000.000,00)                                                  Rp   2.250.000,00

Jumlah hak-hak pemegang saham                                                          Rp 44.625.000,00

 

 

Hak-hak pemegang saham minoritas pada tanggal 31 Desember 2011, dihitung atas dasar jumlah hak-hak pemegang saham tersebut sebagai berikut :

Hak-hak pemegang saham minoritas PT PAPA :

–          100 lembar (modal) saham @ Rp 50.000,00                                         Rp 5.000.000,00

20% dari saldo Laba Yang Ditahan, (20% x 19.625.000,00)                Rp 3.925.000,00

Jumlah                                                                                           Rp 8.925.000,00

 

Di dalam neraca yang dikonsolidasi diakui adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan oleh PT OPA atas sebagian dari kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA sejak tanggal 1 Januari 2010 sampai denga  31 Desember 2011 sebesar Rp 3.700.000,00 {(80% x (19.625.000,00 – 15.000.000)} atau dari hasil perhitungan sebagai berikut :

 

Saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA, per 31 Desember 2011              Rp 17.375.000,00

Ditambah : Bagian atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, PT ANA

(lihat perhitungan sebelumnya                                                               Rp   2.250.000,00

Jumlah                                                                                             Rp 19.625.000,00

 

Dikurangi dengan :

(1)   Eliminasi 80% saldo Laba Yang Ditahan

pada tanggal 1 Januari 2011 (80% x

15.000.000,00)                                         Rp 12.000.000,00

(2)   Hak-hak pemegang saham minoritas

(20% x 19.625.000,00)                            Rp   3.925.000,00

Rp 15.925.000,00

Sisa, kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT OPA (perusahaan

induk)                                                                                                     Rp   3.700.000,00

 

Adapun jurnal eliminasi untuk penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2011 :

 

(1)   Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT ANA dan hak para pemegang saham PT ANA :

Modal saham, PT ANA                                 Rp 22.500.000,00

Laba Yang Ditahan, PT ANA                       Rp   4.500.000,00

Selisih lebih Harga Perolehan diatas Nilai

Buku saham                                                   Rp   4.500.000,00

Investasi saham-saham, PT ANA                                  Rp 31.500.000,00

 

(2)   Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT PAPA dan hak-hak pemegang saham PT PAPA :

Modal saham, PT PAPA                               Rp 20.000.000,00

Laba Yang Ditahan, PT PAPA                     Rp 12.000.000,00

Investasi saham-saham, PT ANA                                  Rp 30.000.000,00

Selisih lebih Nilai Buku diatas Harga

Perubahan saham                                                            Rp   2.000.000,

PT.OPA dan perusahaan-perusahaan Anaknya

Daftar lajur penyusunan Neraca Konsolidasi

Per 31 Desember 2011

 

Rekening – rekening neraca

PT. Opa

(Rp)

PT. Papa

(Rp)

PT. Ana

(Rp)

Eliminasi

Neraca Konsolidasi

       

D

K

D

K

Debit :

Investasi Saham-saham PT. Opa

 

30.000.000

           
Eliminasi 80% Modal Saham         20.000.000    
Eliminasi 80% Laba Yang Ditahan          

12.000.000

   
Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham              

2.000.000

Investasi Saham-saham PT. Ana   31.500.000          
Eliminasi 90% Modal Saham         22.500.000    
Eliminasi 90% Laba Yang Ditahan         4.500.000    
Selisihm lebih harga perolehan di atas nilai buku saham            

4.500.000

 
Aktiva Lain-lain 120.000.000 43.500.000 50.000.000     213.500.000  
  150.000.000 75.000.000 50.000.000        
Kredit

Macam – macam hutang

 

63.000.000

 

32.625.000

 

17.500.000

       

113.125.000

Modal Saham PT. Opa 25.000.000           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT. Opa 62.000.000           62.000.000
Modal Saham PT. Papa   25.000.000          
Eliminasi 80%       20.000.000      
Hak Minoritas 20%             5.000.000
Laba Yang Ditahan PT. Papa   17.375.000     2.250.000    
Eliminasi 80%       12.000.000      
Hak minoritas 20% dari 19.625.000             3.425.000
Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT. Opa             3.700.000
Modal Saham PT. Ana     25.000.000        
Eliminasi 90%       22.500.000      
Hak Minoritas 10%             2.500.000
Laba Yang Ditahan PT. Ana     7.500.000        
Eliminasi 90%       4.500.000      
Hak minoritas 10% dari 7.500.000              
Kenaikan Saldo Laba Yang Ditahan untuk PT. Papa        

2.250.000

     
  150.000.000 75.000.000 50.000.000 61.250.000 61.250.000 218.000.000 218.000.000

 

  • Ø Pemilikan saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak control oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk.-saham

Hak control PT Opa dan PT Ana semata-mata timbul sebagai akibat adanya pemilikan sebgaian besar saham PT Papa yang terjadi lebih dulu dan oleh karenanya disebut sebagai hak control melalui pemilikan langsung. Hak control semacam itu biasa didapat bersamaan dengan diperolehnya hak control melalui pemilikan sebagian besar saham-saham PT Papa.

Contoh :

PT Papa membeli 400 lembar saham-saham PT Ana dengan harga @ Rp60.000 per lembar pada tanggal 1 Januari 2010. Satu tahun kemudian yaitu pada tanggal 1 Januari 2011, PT Opa membeli 450 lembar saham-saham PT Papa dari para pemegang saham sebelumnya, dengan harga @ Rp 80.000 per lembar.

Baik PT Opa, PT Papa maupun PT Ana masing-masing mempunyai modal saham yang beredar sebanyak 500 lembar dengan nilai nominal @ Rp 50.000 per lembar.

Di bawah ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 2009 beserta perubahan-perubahan yang terjadi selama dua tahun berturut-turut untuk masing-masing perusahaan :

Keterangan PT. Opa (Rp) PT. Papa (Rp) PT. Ana (Rp)
Laba yang ditahan, (defisit) 31/12/2009

Laba (rugi) usaha, tahun 2010

Pembagian Deviden, Des 2011

Laba (rugi) usaha, tahun 2011

100.000.000

 

5.000.000

 

2.500.000

 

7.500.000

20.000.000

 

2.500.000

 

2.000.000

 

5.000.000

(5.000.000)

 

(2.000.000)

 

 

5.000.000

 

 

 

Jumlah menurut buku-buku, PT. Papa :

–          Modal saham                                                                           Rp. 25.000.000

–          Laba Yang Ditahan                             Rp. 12.500.000

–          Rugi perusahaan anak PT. Ana           (Rp.  1.600.000)

Rp. 10.900.000

Jumlah                                                                                     Rp. 35.900.000

 

1)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa atas PT Ana, sebesar 80% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 1 Januari 2010 sebagai berikut :

 

Modal saham, PT Ana                        Rp 20.000.000                        –

Selisih lebih harga perolehan saham    Rp  8.000.000             –

Investasi saham, PT Ana                     –           Rp 24.000.000

Defisit, PT Ana                                   –           Rp  4.000.000

 

Hak – hak pemegang saham minoritas pada PT. Ana dihitung dengan bertitik tolak dari posisi rekening-rekening hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2011 sebagai berikut :

Hak – hak pemegang saham, PT. Ana per 31 Desember 2011 :

Modal saham                           Rp. 25.000.000

Laba yang ditahan                  (Rp.   2.000.000)

Jumlah                                     Rp. 23.000.000

 

Hak pemegang saham minoritas = 20% x Rp. 23.000.000 = Rp. 4.600.000

Kenaikan hak-hak pemegang saham PT. Ana dari Rp. 20.000.000 pada tanggal 1 Desember 2011 menjadi Rp. 23.000.000 pada tanggal 31 Desember 2011, mengakibatkan kenaikan hak pemilikan PT. Papa (melalui kenaikan saldo Laba Yang Ditahan) dalam neraca yang di konsolidasi sebesar : 80% x Rp. 3.000.000 = Rp. 2.400.000

 

2)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa sebesar 90% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 1 Januari 2011 sebesar Rp 35.900.000 sebagai berikut :

Modal saham, PT Papa                       Rp 22.500.000                        –

Laba yang ditahan, PT papa               Rp  9.810.000                          –

Selisih lebih harga perolehan saham    Rp  3.690.000                         –

Investasi saham-saham, PT Papa        –           Rp 36.000.000

 

Sedang hak – hak pemegang saham minoritas PT. Papa dihitung dengan bertitik tolak dari saldo hak – hak pemegang saham pada tanggal 1 Desember 2011 sebagai berikut :

Hak pemegang saham, PT. Papa per 31 Desember 2011 :

Modal saham                                                                           Rp. 25.000.000

Laba yang di tahan                             Rp. 15.500.000

Kenaikan saldo laba Yang ditahan.    Rp.   2.400.000

Rp. 17.900.000

Jumlah                                                                                     Rp. 42.900.000

 

Hak – hak pemegang saham minoritas pada PT. Papa adalah 10% dari Rp. 42.900.000 atau Rp. 4.290.000.000

Eliminasi terhadap saldo Laba Yang Ditahan sebesar Rp. 9.810.000 dari hak – hak pemegang saham minoritas sebesar Rp. 1.790.000 (10% x Rp. 17.900.000) mengakibatkan adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT. Opa di dalam neraca yang dikonsolidasikan sebesar : Rp. 6.300.000, dari hasil perhitungan :

 

  • Saldo laba yang ditahan, PT. Papa per 31 Desember 2011    Rp. 17.900.000

(termasuk kenaikan saldo laba yang di tahan)

  • Saldo laba yang di tahan PT. Papa per 1 Januari 2011

(termasuk pengakuan atas rugi usaha PT. Ana)                      (Rp. 10.900.000)

  • Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan sejak 1 Januari 2011 –   Rp.  7.000.000

31 Desember 2011

  • Hak pemilikan PT. Opa                                                                       90%

Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, untuk PT. Opa                           Rp. 6.300.000

(perusahaan induk)

 

 

 

 

 

 

Neraca Konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2011, menurut metode harga perolehan adalah sebagai berikut :

PT. OPA dan Perusahaan Anak

Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi

Per 31 Desember 2011

 

Rekening –rekening neraca

PT. Opa

(Rp)

PT. Papa

(Rp)

PT. Ana

(Rp)

Eliminasi

Neraca

Konsolidasi

       

D

K

D

K

Debit :

Investasi saham-saham PT. Papa

 

36.000.000

 

 

         
Eliminasi 90% Modal Saham         22.500.000    
Eliminasi 90% Saldo Laba yang sudah ditahan 1 Januari 1976 Rp. 10.000.000          

9.810.000

   
Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham            

3.690.000

 
Investasi saham-saham PT. Ana   24.000.000          
Eliminasi 80% Modal Saham         20.000.000    
Eliminasi 80% Defisit 1 Januari 1976 (Rp. 5.000.000)        

4.000.000

     
Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham            

8.000.000

 
Aktiva Lain-lain 114.000.000 51.000.000 50.000.000     215.000.000  
  150.000.000 75.000.000 50.000.000        
Kredit :

Macam – macam hutang

 

13.200.000

 

34.500.000

 

27.000.000

       

74.700.000

Modal Saham, PT. Opa 25.000.000            

25.000.000

Laba Yang Ditahan PT. Opa 111.800.000           111.800.000
Modal Saham, PT. Papa   25.000.000          
Eliminasi 90%       22.500.000      
Hak Minoritas 10%              

2.500.000

Laba Yang Ditahan PT. Papa    

15.500.000

    2.400.000    
Eliminasi 90%       9.810.000      
Hak Minoritas 10% dari Rp. 17.900.000              

1.790.000

Kenaikan saldo laba yang ditahan untuk PT. Opa              

6.300.000

Modal Saham PT. Ana     25.000.000        
Eliminasi 80%       20.000.000      
Hak Minoritas 20%             5.000.000
Defisit PT. Ana     (2.500.000)        
Eliminasi 80%         4.000.000    
Hak Minoitas 20% dari Rp. 2.000.000           400.000  
Kenaikan saldo laba yang ditahan untuk PT. Papa        

2.400.000

     
  150.000.000 75.000.000 50.000.000 58.710.000 58.710.000 277.000.000 277.000.000

 

 

  • Ø Hak kontrol diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan anak.

Sudah dua alternatif yang dikemukakan mengenai cara-cara yang dapat dilakukanoleh suatu perusahaan untuk memperoleh hak control pada perusahaan lain, yaitu pertama melalui pemilikan langsung sebagian besar saham perusahaan lain tersebut dan kedua melalui pemilikan tidak langsung atau dengan kedua beserta pengaruhnya di dalam menyusun neraca konsolidasi.

 

Contoh :

PT Dani membeli 125 lembar saham-saham PT Essy dengan harga @ Rp60.000 per lembar pada tanggal 1 Januari 2010. Setahun kemudian PT Papa membeli 400 lembar saham-saham PT Dany dengan harga @ Rp 75.000 per lembar dan 250 lembar saham-saham PT Essy dengan harga @ Rp 70.000 per lembar. Baik PT Papa, PT Dany maupun PT Essy masing-masing memiliki 500 lembar sahamyang beredar dengan nilai nominal @ Rp 50.000 per lembar.

Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 2009, laba (rugi) usaha serta pembagian devisen selama dua tahun berturut-turut dari ketigaperushaan tersebut :

Keterangan

PT. Papa (Rp)

PT. Dani (Rp)

PT. Essy (Rp)

Laba yang ditahan, 31/12/2009

Laba (rugi) usaha, tahun 2010

Pembagian Deviden, Des 2011

Laba (rugi) usaha, tahun 2011

45.000.000

 

10.000.000

 

5.000.000

 

7.500.000

5.000.000

 

4.375.000

 

2.000.000

 

500.000

2.500.000

 

2.500.000

 

2.000.000

 

3.000.000

 

(1)   Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy

Eliminasi hak-hak pemilikan PT. Dany terhadap PT. Essy dilakukan sebesar 25% dari saldo hak-hak pemegang saham pada saat terjadinya pemilikan saham (pada tanggal 1 Januari 2010) yang terdiri dari :

–          Modal Saham                          Rp. 25.000.000

–          Laba Yang Ditahan                 Rp.   2.500.000

Jumlah                                     Rp. 27.500.000

 

Jurnal Eliminasi :

Modal saham, PT Essy                                                            Rp 6.250.000              –

Laba yang ditahan, PT Essy                                                   Rp  625.000                 –

Selisih lebih harga perolehan di atas nilaibuku saham            Rp  625.000                –

Investasi saham-saham PT Essy                                              –           Rp 7.500.000

 

Didalam neraca konsolidasi harus diakui adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan oleh PT. Dany atas bagian laba yang belum dibagikan PT. Essy sejak 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2011 sebesar Rp. 875.000 dengan perhitungan :

– saldo Laba Yang Ditahan 31 Desember 2011                            Rp. 6.000.000

– saldo Laba Yang Ditahan 1 Januari 2010                                   (Rp. 2.500.000)

– Kenaikan                                                                                     Rp. 3.500.000

– Hak pemilik PT. Dany                                                                            25%

Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, untuk PT. Dany                 Rp.    875.000

 

(2)   Eliminasi hak pemilikan PT Papa terhadap PT Essy

Eliminasi hak-hak pemilikan PT. Papa terhadap PT. Essy dilakuakn sebesar 50% dari saldo hak-hak pemegang saham PT. Essy pada tanggal 1 Januari 2011 yang terdiri dari :

–          Modal saham                                                   Rp. 25.000.000

–          Laba Yang Ditahan                                         Rp.   5.000.000

Jumlah                                                             Rp. 30.000.000

 

Jurnal Eliminasi :

Modal saham, PT Essy                                                    Rp 12.500.000           –

Laba yang ditahan, PT Essy                                            Rp  2.500.000             –

Selisih lebih harga perolehan di atas nilaibuku saham    Rp  2.500.000             –

Investasi saham-saham PT Essy                                            –           Rp 17.500.000

 

Pada metode harga perolehan, di dalam neraca individual belum diakui adanya bagian laba pada perusahaan afiliasi yang belum di bagi sebagai deviden. Akan tetapi di dalam neraca yang dikonsolidasikan bagian laba tersebut harus diakui dan dilaporkan sebagai bagian saldo Laba Yang Ditahan perusahaan induk. Oleh sebab itu PT. Papa harus mengakui adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan atas (bagian) laba yang diperoleh PT. Bobi sejak 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 sebesar Rp. 500.000 dari hasil perhitungan berikut :

–          Laba Yang Ditahan, per 31 Desember 2011                           Rp. 6.000.000

–          Saldo Laba Yang Ditahan, per 1 Januari 2011                       (Rp. 5.000.000)

Jumlah kenaikan                                                                      Rp. 1.000.000

–          Hak pemilikan PT. Papa                                                                      50%

Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT. Papa             Rp.    500.000

 

(3)   Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Dany

Eliminasi hak-hak pemilikan PT. Papa terhadap PT. Dany dilakukan sebesar 80% dari saldo hak-hak pemegang saham PT. Dany pada tanggal 1 Januari 2011 yang meliputi :

–          Modal saham                                                                           Rp. 25.000.000

–          Laba Yang Ditahan (menurut buku)               Rp. 9.375.000

–          Bagian laba atas laba PT. Essy tahun 2010     Rp.    625.000

Rp. 10.000.000

Jumlah                                                                                     Rp. 35.000.000

 

Jurnal Eliminasi :

Modal saham, PT Dany                                                          Rp 20.000.000            –

Laba yang ditahan, PT Dany                                                  Rp 8.000.000              –

Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham           Rp 2.000.000              –

Investasi saham-saham PT Papa                                       –           Rp 30.000.000

 

Dalam neraca yang dikonsolidasi PT. Papa mengakui adanya bagian atas laba yang diperoleh oleh PT. Dany sejak terjadinya pemilikan saham sampai dengan tanggal neraca yang belum dibagi sebagai deviden. Dalam hal ini laba yang di peroleh PT. Dany tidak saja berasal dari hasil usaha sendiri melainkan juga hasil dari pemilikan saham-saham PT. Essy. Oleh sebab itu dalam neraca konsolidasi kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT. Papa dihitung sebagai berikut :

 

–          Saldo Laba Yang Ditahan PT. Dany per 31 Desember 2011 : Rp. 12.875.000

Per buku (neraca)

Pembagian laba atas pemilikan saham pada PT. Essy (Rp. 875.000)

Rp. 13.750.000

–          Saldo Laba Yang Ditahan, PT. Dany per 1 Januari 2011       Rp. 10.000.000

Jumlah kenaikan                                                                      Rp.   1.750.000

–          Hak kenaikan, PT. Papa                                                                      80%

Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, PT. Papa                       Rp.   3.000.000

 

Sebagaimana biasa pada metode harga perolehan (cost method), penentuan hak-hak para pemegang saham minoritas baik pada PT. Essy maupun pada PT. Dany di dalam neraca konsolidasi, di pakai dasar posisi hak-hak pemegang saham pada tanggal neraca.

Menurut metode harga perolehan bentuk daftar lajur neraca konsolidasi yang disusun oleh PT. Papa pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut :

 

PT. Papa dan Perusahaan Anak

Daftar Lajur Neraca Konsolidasi

Per 31 Desember 2011

 

Rekening – rekening neraca

PT. Papa

(Rp)

PT. Dany

(Rp)

PT. Essy

(Rp)

Eliminasi

Neraca Konsolidasi

       

D

K

D

K

Debit :

Investasi Saham-saham PT. Dany

 

33.000.000

       

 

   
Eliminasi 80% Modal Saham         20.000.000    
Eliminasi 80% Laba Yang Ditahan         11.000.000    
Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham            

2.000.000

 
Investasi Saham-saham PT. Essy 18.000.000       12.500.000    
Eliminasi 50% Laba Yang Ditahan         3.000.000    
Selisih lebih harga perolehan di ats nilai buku saham            

2.500.000

 
Investasi Saham PT. Essy   8.375.000          
Eliminasi 25% Modal Saham         6.250.000 6.250.000  
Eliminasi 25% Laba Yang Ditahan         1.500.000    
Selisih lebih harga perolehan di ats nilai buku saham            

625.000

 
Aktiva Lain-lain 77.500.000 67.500.000 50.000.000     195.000.000  
  128.500.000 75.875.000 50.000.000        
Kredit :

Macam-macam hutang

 

39.900.000

 

37.125.000.

 

19.000.000

       

96.025.000

Modal Saham PT. Papa 25.000.000           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT. Papa 63.600.000           63.600.000
Modal Saham PT. Dany   25.000.000          
Eliminasi 80%       20.000.000      
Hak minoritas 20%             5.000.000
Laba Yang Ditahan PT. Dany   13.750.000          
Eliminasi 80%       11.000.000      
Hak minoritas 20%             2.750.000
Modal Saham PT. Essy     25.000.000        
Eliminasi 50%       12.500.000      
Eliminasi 25%       6.250.000      
Hak minoritas 25%             6.250.000
Laba Yang Ditahan PT. Essy     6.000.000        
Eliminasi 50%       3.000.000      
Eliminasi 25%       1.500.000      
Hak minoritas 25%             1.500.000
  128.500.000 75.875.000 50.000.000 54.250.000 54.250.000 200.125.000 200.125.000

 

 

 

    III.         Saling memiliki saham

  • Pemilikan saham pada perusahaan anak, terjadi pada saat perusahaan (anak) didirikan

Hubungan afiliasi akan semakin komplek jika akntar perusahaan induk dan perusahaan anak terjadi saling memiliki saham. Perusahaan induk si satu pihak memiliki saham-saham perusahaan anak, dan di pihak lain perusahaan anak jugamemiliki sebagian saham-saham perusahaan induk.Apabila hal ini terjadi maka laba(rugi) dan atau kenaikan (penurunan) saldo laba yang ditahan selama terjadinya saling pemilikan dari perusahaan-perusahaan afiliasi akan saling mempengaruhi satu samalain.Satu hal yang perlu diperhatikan di sini ialah bahwa, terhadap saham-saham perusahaan induk yang dimiliki oleh perusahaan anak tidak boleh diperlakukansebagai modal saham yang beredar di dalam neraca yang dikonsolidasi.

Di dalam neraca konsolidasi hak-hak pemilikan saham oleh perusahaan anak atas perusahaan induk harus dieliminasi.Adapun prosedur eliminasinya dilakukan dengan cara yang sama terhadap hak pemilikan perusahaan induk pada perusahaan anak.

Soal 1 :

PT A memiliki 750 lembar saham-saham PT B yang dibeli pada tanggal 1 Januari 2010, yaitu pada saat perusahaan yang terakhir didirikan dengan harga @100.000,00 per lembar.Satu tahun berikutnya yaitu pada tanggal 1 Januari 2011 PT B membeli 100 lembar saham-saham PT A dengan harga @150.000,00 per lembar.Baik PT A maupun PT B masing-masing memiliki 1000 lembar saham yang beredar,nominal @Rp 100.000,00 per lembar.

 

Di bawah ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 2009 :

Keterangan

PT A

PT B

Laba yang ditahan,31 Desember 2009 Rp 15.000.000,00
Laba (Rugi) Usaha, tahun 2010 Rp 10.000.000,00 Rp 5.000.000,00
Pembagian deviden tahun 2011

 

 

 

Rp 5000.000,00 Rp. 2.000.000,00
Laba (Rugi) Usaha, tahun 2011 Rp 7.375.000,00 Rp 2.500.000,00

 

1)      Eliminasi hak pemilikan PT A terhadap PT B dilakukan atas posisi hak pemegang sahamnya pada tanggal 1 januari 2010 :

 

ð  Jurnal Eliminasinya :

Modal saham PT B                                                     Rp 75.000.000,00

Investasi saham-saham PT B                                      Rp 75.000.000,00

 

2)      Eliminasi hak penyertaan PT B pada PT A, dilakukan dengan bertitik tolak pada saldo hak-hak pemegang sahamnya pada tanggal 1 Januari 2011

 

ð  Jurnal eliminasinya :

Modal saham, PT A                                                    Rp 10.000.000

Laba yang ditahan PT A                                             Rp   2.875.000

Selisih lebih harga perolehan diatas nilai

Buku saham                                                                Rp   2.125.000

Investasi saham-saham PT A                                      Rp 15.000.000

Pengakuan atas pembagian laba dari pemilikan saham oleh masing-masing perusahaan jurnalnya sebagai berikut :

1)      Pengakuan bagian atas laba PT B oleh PT A untuk tahun 2011 adalah

Jurnal eliminasinya :

Investasi saham-saham PT B                                      Rp 2.625.000

Laba (rugi) PT B                                                         Rp. 2.625.000

2)      Pengakuan bagian atas laba PT. A oleh PT.B dalam tahun 2010 Rp. 1.000.000 (10% x Rp. 10.000.000)

Investasi saham PT. A                                                Rp. 1.000.000

Laba (rugi) PT. A                                                        Rp. 1.000.000

3)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT.A atas PT. B dilakukan 75% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2010

Modal saham PT. B                                                 Rp. 75.000.000

Laba Yang Ditahan PT.B                            Rp. 4.875.000

Investasi saham-saham PT.B                                      Rp. 79.875.000

 

4)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT.B atas PT.A sebesar 10% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2010

Modal saham PT.A                                      Rp. 10.000.000

Laba Yang Ditahan PT. A                           Rp.  3.375.000

Selisih lebih harga perolehan di atas            Rp.  2.125.000

Nilai buku saham

Investasi saham-saham PT.A                                      Rp. 15.500.000

 

PT.A dan Perusahaan Anaknya

Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi

Per 31 Desember 2011

Rekening-rekening Neraca

 

PT. A

(Rp)

PT. B

(Rp)

Eliminasi

Neraca Konsolidasi

D

K

D

K

Debit :

Investasi Saham-saham PT.B

75.000.000

Eliminasi 75% ModalSaham

75.000.000

Investasi saham-saham PT.A

15.000.000

Eliminasi 10% modal saham

10.000.000

Eliminasi 10% Labayang ditahan 1 Januari 2011: Rp28.750.000

2.875.000

Selisih lebih harga perolehan diatas nilai buku saham

2.125.000

Aktiva Lain-lain

100.000.000

135.000.000

235.000.000

 

175.000.000

150.000.000

Kredit :

Macam-macam hutang

46.125.000

44.000.000

90.125.000

Modal Saham PT. A

100.000.000

25.000.000

Eliminasi 10% seperti diatas.

10.000.000

90.000.000

Laba yang ditahan PT.A

28.875.000

Eliminasi 10% seperti diatas

2.875.000

26.000.000

Modal saham PT.B

100.000.000

5.000.000

Eliminasi 75% seperti diatas

75.000.000

Hak minoritas 25%

25.000.000

Laba yang ditahan PT.B

6.000.000

Hak minoritas 25%

1.625.000

Kenaikan saldo laba yang ditahan untuk PT.A

4.375.000

 

175.000.000

150.000.000

87.875.000

87.875.000

237.125.000

237.125.000

 

 

 

 

  • Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan anak berjalan

 

Pembelian saham-saham antar perusahaan afiliasi yang mengakibatkan terjadinya saling pemilikan dapat terjadi pada saat perusahaan-perusahaan afiliasi telah berjalan.

Apabila hak ini terjadi, maka pengakuan terhadap bagian atas laba (rugi) dan ataukenaikan saldo laba yang ditahan atas dasar saling memiliki (mutual basis) dilakukanhanya terbatas pada laba (rugi) yang diperoleh atau kenaikan saldo laba yang ditahansejak adanya saling pemilikan tersebut.

Soal 2 :

PT A membeli 800 lembar saham-saham PT C dengan harga @ Rp 125.000,00 per lembar pada tanggala 1 januari 2010.Satu setengah tahun kemudian yaitu pada tanggal 1 Juli 2011 PT C membeli 100 lembar saham-saham PT A dengan harga @Rp 150.000,00 per lembar.Baik PT A maupun PT C masing-masing mempunyai modal saham sebanyak 1000 lembar nominal @ Rp 100.000,00 per lembar.

Data saldo laba yang ditahan :

Keterangan PT A PT .C
Laba yang ditahan,31 Desember 2009 Rp 25.000.000,00 Rp 10.000.000,00-
Laba (Rugi) Usaha, tahun 2010 Rp 7.500.000,00 Rp 5.000.000,00
Pembagian deviden tahun 2011

 

 

 

Rp 10.000.000,00 Rp. 4.750.000,00

 

1)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT.A pada PT.C, dilakukan 80% dari saldo hak-hak pemegang saham yang terdiri dari :

Modal saham (1.000 lembar)                                Rp 100.000.000,00

Laba yang ditahan,1 Januari 2010                        Rp   10.000.000,00

Jumlah                                                             Rp 110.000.000,00

ð  Jurnal eliminasinya :

Modal saham PT C                                          Rp80.000.000,00

Laba yang ditahan PT C                                 Rp   8.000.000,00

Selisih lebih harga perolehan di atas

Nilai buku saham                                            Rp 12.000.000,00

Investasi saham-saham PT C                          Rp 100.000.000,00

2)      Elimimasi hak pemilikan PT C pada PT A, dilakukan 10% dari saldo hak-hak pemegang saham sebesar Rp 143.400.000,00 yang terdiri dari :

Modal saham (1000 lembar)                                                           Rp 100.000.000,00

Laba yang ditahan , 1 Juli 2011

(32.500.000,00 + 5.000.000,00+80% (5.000.000+2.375.000))      Rp  43.400.000,00

Jumlah                                                                                     Rp 143.400.000,00

 

ð  Jurnal eliminasinya :

Modal saham PT A                                         Rp10.000.000,00

Lba yang ditahan PT A                                   Rp  4.340.000,00

Selisih lebih harga perolehan diatas

Nilai buku saham                                            Rp     660.000,00

Investasi saham-saham PT A                          Rp 15.000.000,00

 

 

  • PT A pengakuan bagian atas laba yang diperoleh PT C dalam tahun 2011 :

Investasi saham-saham PT C                          Rp 4.400.000,00

Laba (rugi) PT C                                             Rp 4.400.000,00

 

  • PT C pengakuan bagian laba atas laba yang diperoleh PT A periode 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2011 :

Investasi saham-saham PT A                          Rp.  750.000

Laba (rugi) PT. A                                            Rp. 750.000

3)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT. A pada PT. C

Modal saham PT. C                                             Rp.  80.000.000

Laba Yang Ditahan PT. C                                   Rp. 16.400.000

Selisih lebih harga perolehan di atas                    Rp. 12.000.000

Nilai buku saham

Investasi saham-saham PT.C                          Rp. 108.400.000

4)      Eliminasi hak-hak pemilikan PT. C pada PT. A

Modal saham PT. A                                        Rp. 10.000.000

Laba Yang Ditahan PT. A                              Rp.  5.090.000

Selisih lebih harga perolehan di atas               Rp.     660.000

Nilai buku saham

Investasi saham-saham PT.A                          Rp. 15.750.000

 

 

PT.A dan Perusahaan Anak

Daftar Lajur Neraca Konsolidasi

  Per 31 Desember 2011

Rekening – rekening neraca

PT. A

(Rp)

PT. C

(Rp)

Eliminasi

Neraca Konsolidasi

D

K

D

K

Debit :

Investasi Saham-saham PT. C

100.000.000

Eliminasi 80% Modal Saham

80.000.000

Eliminasi 80% Laba Yang Ditahan,1 Januari 2010

8.000.000

Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham

12.000.000

Investasi Saham-saham PT. A

15.000.000

Eliminasi 10% modal saham

10.000.000

Eliminasi 10% laba yang ditahan 1 Juli 2011

4.340.000

Selisih lebih harga perolehan di ats nilai buku saham

660.000

Aktiva Lain-lain

75.000.000

135.000.000

210.000.000

 

175.000.000

150.000.000

102.340.000

222.660.000

Kredit :

Macam-macam hutang

32.500.000

30.250.000

62.750.000

Modal Saham PT.A

100.000.000

Eliminasi 10% laba yang ditahan

10.000.000

90.000.000

Laba yang ditahan PT.A

42.500.000

Eliminasi 10%

4.340.000

38.160.000

Modal saham PT.C

100.000.000

Eliminasi 80%

80.000.000

Hak minoritas 20%

20.000.000

Laba yang ditahan PT.C

19.750.000

Eliminasi 80%

8.000.000

Hak minoritas 20%

4.100.000

Kenaikan laba yang ditahan untuk PT.A

7.650.000

 

175.000.000

150.000.000

102.340.000

102.340.000

222.660.000

222.660.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s