Banjir mengakibatkan kerugian bagi Penumpang KRL

Banjir mungkin sudah biasa bagi masyarakat Jakarta terutama pemukiman yang berada di bantaran kali Ciliwung. Hampir setiap hujan besar, beberapa daerah di Jakarta terendam air sungai yang meluap. Apalagi tahun 2013 ini disebut-sebut sebagai banjir 5 tahunan yang sebelumnya terjadi tahun 2008.

Tahun ini tidak hanya pemukiman padat penduduk atau pemukiman yang disekitar bantaran kali saja yang terkena banjir. Tapi kawasan seperti Bundaran HI, kantor Walikota bahkan Istana Negara pun tak luput dari banjir. Stasiun yang berada di daerah perkantoran pun ikut terkena banjir salah satunya Stasiun Sudirman. Stasiun yang sering di jadikan Stasiun pemberhentian oleh sebagian orang yang bekerja di kawasan Sudirman. Belum lagi rel yang tergenang air karena tanggul sungai yang jebol akibat banyaknya debit air. Perjalanan KRL pun terhenti sampai Stasiun Manggarai dan para penumpang pun harus mencari alternative lain untuk sampai ketempat kerja mereka. Banjir ini pun banyak merugikan para penumpang, yang biasanya hanya 12.000 bisa mencapai kantor ini bisa sampai 2 kali lipatnya, karena harus berganti transportasi akibat KRL tidak bisa mencapai tujuan yang seharusnya.

Dampak banjir ini tidak hanya di alami oleh para ‘angker’ karena harus merogoh kocek yang lumayan untuk sampai tujuan. Tapi pasar-pasar dan pertokoan yang bisa mencapai omset puluhan juta, kini mengalami penurunan pemasukan. Rumah sakit pun tak luput dari banjir ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s